2 Agustus 2026
Ya Allah, bersegeralah menolong aku, Tuhan, perhatikanlah hamba-Mu. Engkaulah Penolong dan Pembebasku; Tuhan, janganlah berlambat.
Kita sadar bahwa kita hidup bersama dengan orang lain. Dalam kebersamaan itulah, kita saling membutuhkan satu sama lain. Dalam kondisi itu, kerelaan hati menjadi kata kunci untuk menumbuhkan kebersamaan. Keberanian untuk keluar dari diri sendiri dan membagikan apa pun yang ada dalam diri sendiri menjadi perjuangan untuk mewujudkan iman dalam medan hidup kita. Dengan demikian, kemuridan menjadi bermakna dan menghasilkan buah.
Marilah kita berdoa: (hening)
Allah Bapa Yang Maha Pengasih, kami bersyukur karena setiap orang yang berkekurangan Kauberi anugerah dan yang lapar Kauberi makan. Ajarilah kami untuk menimba semangat dari Ekaristi ini dengan berani berbagi berkat kepada sesama kami. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang Hidup dan Berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.
Amin
Bacaan dari Kitab Yesaya (55:1-3)
Terimalah dan makanlah.
Beginilah firman Tuhan, "Hai kamu semua yang haus, marilah dan minumlah! Dan kamu yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli, dan makanlah; minumlah anggur dan susu tanpa bayar. Mengapa kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti? Dan mengapa upah jerih payahmu kau belanjakan untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku, maka kamu akan mendapat makanan yang baik, dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat. Sendengkanlah telingamu, dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh, yang Kujanjikan kepada Daud."
Demikianlah Sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.
Reff: Engkau membuka tanganMu, ya Tuhan, dan memuaskan kami
Mazmur: (oleh pemazmur)
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma (8:35.37-39)
Tidak ada suatu makhluk pun dapat memisahkan kita dari kasih Allah yang ada dalam Kristus Yesus.
Saudara-saudara, siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus Penindasan atau kesesakan? Penganiayaan? Kelaparan? Ketelanjangan? Bahaya Atau pedang? Dalam semuanya itu kita lebih daripada orang-orang yang menang oleh karena Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, baik maut maupur hidup, malaikat-malaikat maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas maupun yang dr bawah, atau sesuatu makhluk lain mana pun tidak akan dapat memisahkan kita darr kasih Allah yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Demikianlah Sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.
Reff: Alleluya, Alleluya, Alleluya
Manusia hidup bukan dari roti saja, melainkan juga dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah
Alleluya, Alleluya, Alleluya
INILAH INJIL SUCI MENURUT Matius (14:13-21)
Dimuliakanlah Tuhan.
Mereka semuanya makan sampai kenyang.
Sekali peristiwa, setelah mendengar berita pembunuhan Yohanes Pembaptis, menyingkirlah Yesus dengan naik perahu. Ia bermaksud mengasingkan diri ke tempat terpencil. Tetapi orang banyak mendengarnya, dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka. Ketika Yesus mendarat, la melihat orang banyak yang besar jumlahnya. Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, dan la menyembuhkan mereka yang sakit. Menjelang malam para murid datang kepada Yesus dan berkata, "Tempat ini terpencil dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa." Tetapi Yesus berkata kepada mereka, "Tidak perlu mereka pergi! Kamu harus memberi mereka makan." Jawab mereka, "Pada kami hanya ada lima buah roti dan dua ekor ikan." Yesus berkata, "Bawalah kemari kepada-Ku." Lalu la menyuruh orang banyak itu duduk di rumput. Setelah itu Yesus mengambil lima roti dan dua ikan itu. Sambil menengadah ke langit la memberkati, memecah-mecahkan roti itu dan memberikan kepada murid-murid-Nya. Para murid lalu mem-berikannya kepada orang banyak. Mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian potongan-potongan roti yang sisa dikumpulkan, sebanyak dua belas bakul penuh. Yang turut makan kira-kira lima ribu orang laki-laki; tidak termasuk perempu- an dan anak-anak.
Demikianlah Sabda Tuhan.
Terpujilah Kristus.
Ketika orang banyak yang mengikuti-Nya mulai lapar, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan. Marilah kita panjatkan doa ke hadapan Bapa, semua keprihatinan dan kerinduan saudara dan saudari kita yang dalam kesusahan.
Bagi Bapa Suci, para Uskup dan para Imam. Semoga Bapa menuntun para pemimpin Gereja dalam memperjuangkan kehidupan umat yang penuh cinta kasih dan keadilan, kebenaran dan harapan, dengan mewartakan Kabar Baik dari Tuhan dengan seutuhnya. Marilah kita mohon.
Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.
Bagi para pemimpin bangsa di dunia, para ilmuwan dan ekonom. Semoga Bapa membimbing mereka agar dapat bekerja sama dengan tulus dalam menyelesaikan masalah kesenjangan sosial di dunia. Gerakkanlah mereka untuk menolong bangsa-bangsa dengan memulihkan martabat, menegakkan keadilan, dan menjamin perdamaian bagi mereka. Marilah kita mohon.
Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.
Bagi mereka yang sakit dan sendirian, bagi para cacat dan mereka yang patah semangat, bagi mereka yang lapar akan cinta kasih dan penghargaan. Semoga perhatian dan cinta kasih kita menjadi tanda bagi orang-orang yang menderita bahwa Engkau tidak meninggalkan mereka. Marilah kita mohon.
Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.
Bagi kita di sini. Semoga Bapa mengajari kita untuk tidak sibuk memikirkan kebutuhan sehari-hari bagi diri sendiri serta keluarga kita, tetapi mau berjuang untuk selalu mendengarkan Sabda-Nya dan menerima Tubuh-Nya, khususnya dalam Perayaan Ekaristi. Marilah kita mohon.
Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.
Allah Bapa Yang Mahakasih, semoga segala pencobaan dan kesusahan yang kami alami tak pernah memisahkan kami dari kasih-Mu sendiri yang telah kaunyatakan kepada kami dalam diri Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami dan Pengantara kami.
Amin.
Allah Bapa Yang Mahabaik, berkenanlah menerima persembahan roti dan anggur ini. Semoga Engkau juga berkenan mempersatukan persembahan ini dengan kurban Putra-Mu sehingga menjadi tanda kelimpahan rezeki dari surga demi kehidupan kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
Amin.
Akulah roti kehidupan, Sabda Tuhan, siapa yang datang kepada-Ku tidak akan lapar lagi, dan siapa yang percaya kepada-Ku tidak akan haus lagi.
Marilah kita berdoa: (hening)
Allah Bapa Yang Mahamurah, kami bersyukur atas kemurahan-Mu dalam rua rezeki surgawi yang telah kami terima ini. Kami mohon semoga kerelaan-Mu untuk berbagi hidup ini, menggerakkan kami untuk berani mengurbankan diri demi terciptanya kesejahteraan bersama dalam masyarakat kami seraoia mengharapkan datangnya Kerajaan-Mu yang abadi. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
Amin.